YUSRIL: SAYA AKAN BELA MATI-MATIAN HAK AHOK.



Seperti diberitakan media sejak kemarin, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama minta kepada siapa saja agar jangan “Memberi panggung” kepada saya

Saya merasa perlu menanggapi hal tersebut karena berkaitan dengan hak konstitusional setiap orang yang dijamin oleh UUD 1945

Istilah “Memberi panggung” maksudnya tentulah agar jangan diberi kesempatan kepada saya untuk berbicara di muka umum

Berbicara di muka umum dalam arti mengemukakan pikiran dan pendapat secara bebas dan terbuka tanpa dihalangi oleh siapapun

Permintaan Gubernur DKI seperti itu jelaslah bertentangan dengan konstitusi dan demokrasi yang harus kita junjung tinggi

Dalam demokrasi setiap orang bebas mengemukakan pendapat walau mungkin ada orang lain yang tidak setuju dengan pendapat itu

Saya sendiri takkan melarang atau minta orang lain agar tidak memberi kesempatan kepada Gubernur DKI untuk dengan bebas menyatakan pendapatnya

Kalau saya tidak setuju dengan pendapat Gubernur DKI, maka kapanpun dan di manapun saya akan dengan bebas pula menentang pendapatnya itu

Walau saya tidak setuju dengan pendapat Gubernur DKI itu, namun kebebasan beliau untuk mengemukakan pendapat itu akan saya bela mati-matian

Saya mengajak segenap rakyat berikan panggung kepada Gubernur DKI untuk berbicara dengan bebas, walau kita tidak setuju dengan pendapatnya.

Ayo kita tegakkan konstitusi dan demokrasi. Berikan kepada setiap orang hak untuk mengemukakan pendapatnya dengan bebas

Demikian tanggapan dan ajakan saya.

Salam Hormat
YUSRIL IHZA MAHENDRA

(citizenjurnalism.com)